/* */

Rabu, 25 Juli 2018

Pemahaman yang Sering Salah Kaprah Antara Batuk Pilek dan Influenza

kesehatan, pilek, selesma, batuk, flu, infuenza

BATUK pilek merupakan masalah kesehatan yang lazim terjadi pada anak-anak. Walau begitu, tak sedikit orangtua yang merasa panik ketika anaknya merasa kesulitan bernapas karena hidung tersumbat. Maka tak heran bila banyak orangtua yang langsung memeriksakan anaknya ke dokter.
Selain itu, banyak orangtua yang menganggap bila anaknya terserang batuk dan pilek maka itu adalah penyakit influenza. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda. "Flu sering disalahartikan. Batuk pilek biasa pada anak-anak itu nama penyakit yang seharusnya adalah selesma atau common cold," terang dokter spesialis anak, dr Darmawan Budi Setyanto Sp.A(K) saat ditemui dalam sebuah acara di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan belum lama ini.
Selesma adalah infeksi yang mengenai hidung dan area di sekitarnya. Dijelaskan oleh dr Darmawan, batuk dan pilek memang merupakan gejala influenza tapi tidak selalu. Selesma dapat membaik dengan sendirinya setelah 10 hari. Selain itu, frekuensi terjadinya 6-8 kali setahun. Sehingga bila anak sering batuk dan pilek setiap bulan, maka sebaiknya orangtua tidak perlu terlalu khawatir.
kesehatan, pilek, selesma, batuk, flu, infuenza

Akan tetapi, orangtua perlu waspada bila batuk dan pilek terjadi lebih dari 10 hari. Ada kemungkinan sudah terjadi infeksi lain yang membuat kondisinya semakin parah. Sekadar informasi, di sekitar hidung ada rongga-rongga bernama sinus yang kalau meradang akan menyebabkan kondisi rhinosinusitis. Pada selesma, sinus memang meradang tapi akan membaik dengan sendirinya.
"Ada kemungkinan sinus yang meradang itu ketumpangan bakteri sehingga sakit berlanjut. Maka bila ada tiga keadaan yaitu batuk dan pilek tidak kunjung membaik lebih dari 10 hari, dari awal sakitnya sudah berat mengakibatkan demam tinggi, dan dari kondisi baik menjadi buruk kembali harus mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tapi jumlahnya kecil tidak lebih dari 10%," jelas dr Darmawan.
Selain karena selesma, pilek pada anak juga bisa disebabkan oleh alergi. Berdasarkan survei, pilek karena alergi di Asia prevalensinya rata-rata 15%, sedangkan di Indonesia hanya 5%. "Pilek karena alergi biasanya akan berlangsung menahun. Namun kasus ini sangat jarang," pungkas dr Darmawan.

Related Post