/* */

Jumat, 27 Juli 2018

Fenomena Ayah Rumah Tangga di Indonesia, Ini Kata Psikolog

ayah, rumah tanggal, masalah rumah taggal

APAKAH Anda pernah mendengar bahwa ayah dari teman Anda hanya di rumah seperti tidak punya pekerjaan? Malah, yang terlihat keluar rumah dan bekerja sang istri.
Jika pernah, persepsi ini kemudian muncul, "kok kepala rumah tangga malah di rumah dan tidak bekerja?" dan karena itu Anda berpikiran bahwa ayah teman Anda itu tidak bertanggung jawab.
Padahal, mungkin saja yang terjadi sebetulnya adalah si ayah bekerja, hanya saja lokasinya di rumah. Kondisi ini sangat mungkin terjadi di zaman serba modern seperti sekarang. Di mana Anda bisa bekerja bebas dari mana sekali pun itu di rumah.
Fenomena ini semakin marak terjadi di Indonesia. Anda jangan heran lagi jika orangtua yang nganter dan jemput anaknya di sekolah adalah sang ayah. Begitu yang dijelaskan Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo. Menurut dia kondisi ini sangat lumrah, tapi tidak dipungkiri juga norma di negara ini menganggap hal tersebut salah besar!
"Kita masih terkurung dalam konsep hirarki; laki-laki sebagai kepala keluarga mesti mencari uang di luar dan ibu di rumah memastikan kebutuhan dan kondisi rumah selalu baik," terang Vera saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018).
ayah, rumah tanggal, masalah rumah taggal

Vera menceritakan bahwa dirinya pernah mendapatkan peristiwa langsung masalah ini. Dia pernah mengetahui bahwa salah satu orangtua wali murid ada yang ke sekolah untuk mengantar anaknya dan saat pulang sekolah, sang ayah juga yang menjemput anaknya. "Kalau liat kayak gitu, saya dan beberapa guru lainnya berspekulasi; ih ayahnya gak kerja atau bagaimana sih?" ceritanya.
Terlepas itu, fenomena ini memang banyak terjadi di Indonesia. Apakah wajar hal ini ada di negara dengan norma sosial seperti negara ini?
Vera menegaskan bahwa hal itu boleh-boleh saja. Tapi ada beberapa hal yang mesti disepakati. Hal pertama adalah sang istri mau pun suami mesti sepakat. Ini menjadi sangat penting karena kalau ada beban yang tidak tersampaikan, bisa saja menjadi kendala di kemudian hari terkait konsep "Daddy in home" ini.
Kemudian, antara suami dan istri harus menyepakati perannya apa saja dalam konsep ini. "Maksudnya adalah jangan sampai konsep tanggung jawab dasarnya tidak diikuti," sambung Vera. Hal yang mesti dilakukan lainnya adalah antara suami dan istri wajib terbuka satu sama lainnya. Termasuk perihal penghasilan perbulan.
Intinya, kata Vera, Anda dan pasangan mesti sepakat satu sama lain. Emosi di antara keduanya pun perlu dibicarakan serius supaya terjadi komunikasi yang baik di antara keduanya.
Sementara itu, serangan dari luar harus diterima. Serangan di sini maksudnya adalah cibiran keluarga, tetangga, saudara, pun teman-teman harus bisa disikapi dengan dewasa. "Keputusan ini sulit, tapi ketika Anda dan pasangan sudah sepakat dengan segala keputusannya, maka jangan ragu untuk melawan serangan," tambah Vera.

Related Post