/* */

Kamis, 08 Februari 2018

Menilik Warung Bali, Rumah Makan Kuliner Nusantara di Kamboja

kuliner, kamboja, kuliner nusantara, warung bali, makanan bali

MENGUNJUNGI negara yang mayoritas penduduknya non muslim memiliki tantangan sendiri terutama untuk urusan makanan.
Tak cuma bahan makanannya, tapi juga cara memasak dan alat yang digunakan, hingga sertifikasi halal tempat makan tersebut. Hal ini yang saya rasakan saat mengunjungi Kamboja beberapa saat lalu.
Kamboja merupakan negara di Asia Tenggara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha Teravada. Islam di Kamboja dianut oleh suku minoritas seperti suku Cham dan Melayu serta para pendatang dari negara - negara muslim.
Saat saya bepergian ke Kamboja beberapa waktu lalu saya sudah membayangkan akan susah mencari makanan halal seperti halnya di Vietnam. Namun ternyata tidak sama sekali.
Di ibu kota Phnom Penh saya melihat seorang gadis lokal berjilbab tengah berusaha parkir motor. Gadis ini sepertinya salah satu dari suku Cham tersebut. Dengan sedikit usaha riset di internet, saya mendapati ada puluhan rumah makan halal di Phnom Penh.
Salah satunya merupakan rumah makan halal Indonesia bernama warung Bali. Rumah makan ini memperoleh review yang sangat baik di situs Tripadvisor.
Lokasinya pun strategis, berada di pusat kota, terpat di jalan Preah Ang Makhak Vann. Dari Central Market, saya menuju kesana menggunakan tuk tuk. Biayanya 2 dollar Amerika atau Rp.27.000,00.
Sesuai namanya, rumah makan Warung Bali berukuran seperti warung, yaitu tak begitu luas. Namun uniknya, Warung Bali dipenuhi oleh banyak pengunjung di semua meja.

kuliner, kamboja, kuliner nusantara, warung bali, makanan bali

Sebagian pengunjung merupakan orang Indonesia yang tengah liburan di Phnom Penh, namun ada juga beberapa turis asing. Makanan yang disajikan adalah makanan asli Indonesia seperti gado-gado, sate ayam, soto ayam, ayam goreng, sayur lodeh, kerupuk dan sambal. Ada juga menu masakan Khmer bagi yang menyukai makanan Kamboja.

kuliner, kamboja, kuliner nusantara, warung bali, makanan bali

Serunya lagi, harga makanan di Warung Bali terhitung murah untuk ukuran makanan Indonesia yang dijual di luar negeri.
Misalnya saja ayam goreng dihargai 8000 riel atau 2 dollar Amerika atau Rp.27.000,00. Di Eropa, harga ayam goreng di sebuah restoran Indonesia mencapai lebih dari 5 Euro atau lebih dari Rp.81.600,00. Sedang di Hanoi, Vietnam harganya mencapai 125.000 Dong atau Rp.62.500,00.

kuliner, kamboja, kuliner nusantara, warung bali, makanan bali

Makanan di Warung Bali dimasak oleh juru masak dari Indonesia dan Kamboja. Pemiliknya pun, Pak Firdaus, juga orang Indonesia yang sudah lama menetap di Phnom Penh.
Selain Warung Bali ada 22 rumah makan halal lainnya di Phnom Penh yang menyajikan masakan khas Maroko, Lebanon, India, Malaysia, Indonesia dan Turki.

kuliner, kamboja, kuliner nusantara, warung bali, makanan bali


















Related Post