/* */

Minggu, 21 Januari 2018

Terlalu Tinggi, Burj Khalifa Punya Tiga Zona Waktu Saat Puasa

bangunan tinggi, burj khalifa, puasa, islam

Burj Khalifa hingga kini masih mendapat predikat sebagai gedung tertinggi di dunia. Saking tingginya, gedung ini memiliki tiga waktu berbeda. Hal ini bisa dirasakan saat masyarakat muslim Dubai menjalankan ibadah puasa.

Untuk diketahui, Burj Khalifa memiliki ketinggian 828 meter dengan jumlah lantai sebanyak 160, lebih unggul dari Shanghai Tower yang hanya memiliki ketinggian 632 meter.

Nah akibat tingginya gedung itu, zona waktu antara yang berada di bawah dengan di atas pun berbeda. Penasaran seperti apa perbedaannya? Beriku ulasannya, BURJ KHALIFA MEMILIKI TIGA ZONA WAKTU. (hyperlink)

Perbedaan waktu di Burj Khalifa terjadi karena pancaran matahari di bagian bawah tidak sama dengan yang ada di bagian atas. Karena ketinggian gedung tersebut yang membuat ada perbedaan waktu beberapa menit bagi penghuni atas dengan di bawah.

Tidak samanya waktu pancaran matahari ini lah yang akhirnya memiliki perbedaan ketika sahur dan berbuka puasa bagi penghuni di bagian atas dengan yang berada di bawah. Ulama di Dubai pun sepakat mengenai adanya perbedaan waktu ini.

"Burj Khalifa memiliki ketinggian hampir satu kilo meter. Artinya, penghuni di bagian atas masih bisa menikmati matahari ketika waktu senja," kata salah seorang ulama di Dubai, Ahmed Abdul Aziz.

Agar penghuni Burj Khalifa dapat berpuasa sesuai syariat. Ulama di sana sepakat untuk membagi tiga zona waktu. Bagi mereka yang tinggal di lantai 80 hingga 150 akan lebih lama dua menit dengan yang ada di lantai dasar saat berbuka. Sementara mereka yang ada di lantai 151 hingga 160 akan lebih lama tiga menit dengan zona di lantai dasar.

Untuk waktu sahur, mereka yang tinggal di lantai atas akan melihat mentari lebih cepat di bandingkan dengan yang ada di bawah.

sumber

Related Post