/* */

Senin, 15 Januari 2018

Masjid Biru, Kembaran Hagia Sophia di Istanbul

masjid, masjid biru, istanbul, hagia sophia
Masjid Sultan Ahmed, Turki. © IslamiCity
Kembaran Hagia Sophia dengan perpaduan arsitektur Islam dan Kristen
Dibangun sejak tahun 1609 sampai dengan tahun 1616, Masjid Biru yang arsiteknya adalah Sedefkar Mehmed Aga. Mehmed Aga menjadikan Ayasofya sebagai cetak biru masjid. Dia memadukan elemen arsitektur Kristen era Byzantium dan Islam. Ide dari gurunya, Mimar Sinan juga dimasukkan untuk mewujudkan visi mengenai sebuah masjid yang megah. Karena itulah, Sultan Ahmed Camii dianggap sebagai masjid agung terakhir dari zaman klasik.
Majid dibangun di atas tanah yang dulunya adalah tempat berdirinya istana kerajaan Byzantium, berhadapan dengan Ayasofya. Memiliki enam kubah, enam menara, dan delapan kubah sekunder.
masjid, masjid biru, istanbul, hagia sophia
Masjid Sultan Ahmed, Turki 1ZOOM.Me
masjid, masjid biru, istanbul, hagia sophia
Masjid Sultan Ahmed, Turki World Wanderista


Dinding bagian dalam dilapisi dengan 20.000 ubin keramik dari Iznik. Langit-langitnya didominasi warna biru. Dari sinilah julukan Masjid Biru berasal. Ubin di lantai kedua memiliki pola rumit buah-buahan, bebungaan, dan cemara. Sementara lantai dasar dihiasi ubin dengan pola sederhana. Perbedaan ini disebabkan karena dana pembangunan yang terus disusut. Sehingga kualitas ubin yang digunakan pun semakin berkurang dari waktu ke waktu.
masjid, masjid biru, istanbul, hagia sophia
Masjid Sultan Ahmed, Turki Shutterstock/Yarygin
masjid, masjid biru, istanbul, hagia sophia
Masjid Sultan Ahmed, Turki Angelshomehotel.com
Mihrab terbuat dari marmer yang dipahat dengan hati-hati. Sementara lampu berlapis emas, bola-bola kristal, dan telur burung unta menghiasi langit-langit. Sayangnya dekorasi ruangan ini sekarang sudah diamankan di museum.
Terbuka untuk pengunjung, bahkan yang non-muslim
Selain berfungsi sebagai masjid, Sultan Ahmed Camii adalah sebuah kompleks luas tempat berlangsungnya segala jenis kegiatan sosial. Di lahan masjid juga berdiri madrasah, sekolah dasar, paviliun kerajaan, arasta bazaar tempat para pedagang berjualan suvenir, taman, dan makam.
Wisatawan bebas berpiknik di pelataran maupun mengunjungi masjid, asal mematuhi aturan berbusana yang ditetapkan pengelola.

Related Post