/* */

Kamis, 19 April 2018

Kucek Bersih Laba Laundry Koin

bisnis, investas, peluang usaha, laundry

Mencuci pakaian bukan pekerjaan mudah bagi sebagian penduduk perkotaan. Kesibukan bekerja membuat kegiatan ini sering terlewatkan. Karena itu, bisnis binatu atau laundry masih punya peluang luas, terutama di wilayah perkotaan.
Coin Laundry merupakan salah satu pemain bisnis laundry di Jakarta. Berdiri sejak 2009 kini sudah lebih dari 700 gerai Coin Laundry yang berdiri dan tersebar di seluruh Indonesia.  
Rico Sentiono, Marketing Coin Laundry menjelaskan, mulanya Coin Laundry ini hanya menawarkan mesin. Lantaran banyak permintaan, akhirnya mereka mengemas kemitraan. Coin Laundry juga membawahi tiga merek laundry, yakni Max Press, Urban Coin Laundry dan Aqua Nano. "Kami mengoperasikan mesin cuci yang menggunakan koin," terang Rico.

Ada empat paket kemitraan yang ditawarkan. Mulai dari paket senilai Rp 285 juta, paket Rp 349 juta, Rp 415 juta dan paket Rp 610 juta. Masa kerjasama berlaku selama lima tahun. Mitra juga akan mendapat paket mesin washer dan dryer, meja setrika, timbangan, meja vakum, setrika uap, banner, neon box, instalasi peralatan usaha, parfum, meja kasir, kemasan dan pelatihan.
"Perbedaan keempat paket itu ada pada jumlah mesin,  jumlah peralatan usaha dan ukuran neon box. Paket Rp 285 juta mitra mendapat tiga mesin, paket Rp 349 juta dapat 4 mesin, paket Rp 415 juta dapat 5 mesin dan paket Rp 610 juta dapat 8 mesin," jelas Rico.
Tarif jasa laundry Rp 10.000 hingga Rp 50.000 per 5 kg, tergantung paket yang diambil. "Dalam sebulan, untuk gerai dengan empat  mesin cuci, rata-rata bisa menghasilkan omzet Rp 30 juta - Rp 50 juta," papar Rico. Dengan perkiraan omzet tersebut, mitra diperkirakan bisa mencapai balik modal kurang dari dua tahun.
Pusat tak menarik biaya royalti. Mitra juga tidak wajib membeli parfum dan sabun cuci ke pusat. Jika ingin memperpanjang kerjasama, mitra cukup membayar Rp 50 juta untuk masa lima tahun.  Luas minimal ruang usaha 20 m2-30 m2.  
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit berpendapat pasar jasa binatu masih terbuka lebar, terutama bagi penduduk kota besar. Adanya inovasi koin laundry dinilai cukup inovatif, mengingat efisiensi waktu juga penting bagi penduduk kota besar.  
Namun, seiring banyaknya pemain, pelaku juga harus pintar-pintar mencari celah untuk berpromosi sekaligus menawarkan jasa laundry spesial. "Setiap pelaku usaha harus mengetahui kelebihan apa yang dimiliki dari jasa laundry yang ditawarkan ke konsumen. Adanya jasa lebih bisa membuat ciri khas tertentu pada bisnis laundry koin ini," ungkap Levita. Ia pun tak lupa mengingatkan para calon mitra untuk selalu waspada dan membaca dengan teliti perjanjian kemitraan.


Read More »

5 Makanan Berpengawet Alami Khas Indonesia Ini Dijamin Enak dan Aman

makanan berpengawet alami, makanan khas indonesia, makanan sehat, kesehatan, makanan enak, makanan aman

INDONESIA menjadi salah satu negara dengan ragam kuliner yang bervariasi. Makanan-makanan khas Indonesia yang diawetkan dan aman bagi kesehatan pun cukup banyak variasinya, seperti ikan, asinan, manisan, dan masih banyak yang lainnya.
Luas daratan Indonesia yang di kelilingi perairan membuat tanah air diberi anugerah jumlah ikan yang melimpah. Sehingga tidaklah heran banyak pula jenis makanan olahan ikan yang diawetkan dengan cara yang aman dan enak rasanya.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut ragam olahan ikan dan makanan khas Indonesia yang diawetkan, enak rasanya dan aman makannya.
1. Ikan asin
Seperti yang kita tahu garam memang digunakan sebagai mengawetkan makanan sejak lama. Ikan menjadi salah satu bahan makanan yang bisa diawetkan dengan cara diberi garam yang banyak dan dikeringkan. Jenis ikan seperti cumi, udang, dan beberapa ikan berbadan kecil lainnya pun kerap diawetkan dengan cara ini. Tidak sulit pula mengolah ikan asin, biasanya ibu-ibu rumah tangga bisa menggorengnya untuk kemudian dimakan bersama nasi hangat dan sayur asam.
2. Ikan asap
Ikan asap sebenarnya tidak hanya diasapi saja, tapi juga melalui serangkaian pengawetan lainnya, seperti pengasinan, pengeringan, pengasapan, baru pemanasan. Dalam proses pengasapan, biasanya menggunakan bahan-bahan formadehida, aseton, dan fenol yang bisa membunuh bakteri. Dengan cara ini pH pada ikan bisa berkurang dan mampu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme.
3. Ikan peda
Proses pengawetan ini juga melibatkan dua tahap, yaitu penggaraman dan fermentasi. Ikan-ikan yang biasanya diawetkan dengan seperti ini ialah jenis ikan laut, selar, kembung, dan layang.
4. Asinan
Asinan merupakan jenis makanan tradisional Indonesia yang dibuat melalui proses pengasinan dan pengasaman. Asinan menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang beragam jenisnya, ada asinan Betawi, asinan Bogor, dan asinan yang berasal dari daerah lainnya. Campuran air dan garam membuat rasa asinan menjadi begitu unik dan membuat buah-buahan serta sayur-mayurnya awet lebih lama. Setelah dibuat biasanya asinan akan ditaruh di dalam lemari es atau dianjurkan untuk langsung dihabiskan.
5. Manisan buah
Proses pembuatan manisan tentu melibatkan gula dalam jumlah yang cukup banyak. Buah yang dijadikan manisan biasanya direndam dalam larutan gula dalam jangka waktu tertentu. Perendaman buah dengan larutan gula akan membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya berkurang. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan mikroba perusak kualitas buah berkurang dan buah jadi lebih tahan lama.


Read More »

Rabu, 18 April 2018

Rezeki dari Perbaikan Sepatu dan Tas Kulit

bisnis, peluang usaha, perbaikan sepatu, tas kulit

Urusan jasa cuci tidak cuma berlaku untuk produk pakaian dan sejenisnya saja. Tapi juga bisa merambah ke produk sepatu. Maklum,. selain pakaian, sepatu juga menjadi salah satu produk yang kerap dipakai olah banyak orang. Mulai dari anak sekolah, ibu rumah tangga hingga orang-orang kantoran.

Sama seperti baju, sepatu pun perlu ada perawatan. Bagi orang yang malas membersihkan sepatu, ini menjadi peluang manis bagi pebisnis binatu (laundry) khusus sepatu. Tak heran bila bisnis ini mulai mewabah, tidak cuma di kota kecil tapi sudah di kota besar.

Salah satu pebisnis yang melihat peluang tesebut adalah Aulia Rahma yang menjajal peruntungan di usaha tersebut dengan label SOC Clean. Bisnis binatu sepatu ini resmi beroperasi tahun 2015 di Solo, Jawa Tengah.

Mendapatkan respon positif dari konsumen, gerai pribadinya pun bertambah empat yang tersebar di Jawa Tengah. Melihat hal ini, ia mulai menawarkan kerjasama bisnis di awal tahun 2017 lewat sistem kemitraan.

Bak gayung bersambut, mitra yang telah bergabung ada 42 orang yang tersebar di beberapa wilayah seperti Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara.
Selain perawatan sepatu, Aulia mulai menambah varian layanan. Seperti perbaikan hingga pewarnaan sepatu. Ia juga mulai melebarkan layanan ke produk tas berbahan kulit. "Jadi menerima segala jenis masalah sepatu dan tas,".

Aulia membidik target pasar kalangan menengah ke bawah. Adapun harga layanan yang ia banderol antara Rp 45.000 sampai Rp 175.000 per layanan.

Kalau ada yang tertarik, SOC Clean menawarkan kemitraan dengan nilai investasi Rp 35 juta. Fasilitas yang didapat mitra adalah seluruh perlengkapan binatu, branding, produk kimia, pelatihan, dan lainnya. Mitra juga wajib membeli produk pembersih dan perawatan dari pusat.

Apabila mitra saban bulan sanggup menjaring sekitar 700 pasang sepatu, ia memproyeksikan mitra bisa balik modal dalam hitungan tiga bulan. Setelah dikurangi dengan biaya bahan baku dan biaya lainnya, margin bisnis usaha ini sekitar 40% dari omzet per bulan.

Untuk tahun ini, Aulia  bakal membuka dua gerai mitra di Ambon dan Bekasi. Namun ia tidak merinci waktu pengoperasian kedua gerai tersebut. 

Read More »

Mengapa Bayi Belut Jadi Makanan Termahal di Spanyol?

kuliner, spanyol, makanan termahal, bayi belut

BAYI belut atau angulas merupakan salah satu makanan yang paling mahal di Spanyol. Harganya mencapai lebih dari 1.000 euro per kilo atau sekitar Rp16,8 juta. Namun ketika Anda melihatnya untuk pertama kali, Anda mungkin akan bertanya-tanya mengapa itu bisa mahal?
Bayi belut bukanlah jenis penganan yang ibaratnya memohon untuk dimakan. Ketika hidup, mereka transparan dan berlendir, merayap dan menggeliat seperti ular kecil.
Setelah dimasak, mereka berubah menjadi buram dan menyerupai cacing pincang yang mati. Saat siap disantap, hewan itu berwarna putih dengan dua titik hitam kecil sebagai mata. Sudah merasa lapar?
Namun banyak penganan lezat, penampilannya tidak rupawan; yang paling penting adalah rasa. Di sinilah keanehannya. Angulas tidak berasa enak atau lezat. Rasanya justru tidak ada sama sekali. Ini aneh karena angulas bukan main mahal.
Bahkan, lebih aneh lagi, legenda menyebutkan bahwa angulas tidak dihargai sehingga digunakan sebagai makanan ayam dan babi. Bagaimanapun, memang ketika menyangkut belut, semuanya aneh.
Banyak orang Spanyol sulit memahami mengapa sejumlah orang mau membayar mahal untuk angulas, termasuk saya.
Sebagai penulis dan podcaster mengenai makanan dan budaya Spanyol, saya merasa itu membingungkan. Terutama karena resep tradisional (a la bilbaína) menyebutkan bahwa cara memasak angulas ialah menggoreng bawang putih dan cabai merah dalam minyak zaitun yang banyak terlebih dahulu. Bayi belut baru kemudian ditambahkan—cara pasti untuk mengalahkan rasa aslinya.
Bagaimanapun, belut adalah makhluk misterius, apalagi menyangkut cara hidupnya, yang terdengar seperti dongeng kelam.
Belut tinggal di air tawar, namun dapat bernapas melalui kulit dan berkelana di daratan dengan jarak yang cukup jauh. Mereka makan apa saja, sesuatu yang hidup atau mati.
Dan ketika berusia 10 bulan atau lebih, mereka berenang ke hilir sungai menyeberangi Eropa ke Samudera Atlantik dan terkadang (masih belum diketahui sains) mereka menemukan cara menuju Laut Sargasso, sejauh 5.000 km.
Di kedalaman lebih dari 500 meter—sebuah prestasi bagi makhluk yang lebih banyak menghabiskan hidupnya di air tawar yang dangkal—mereka bertelur dan mati. Adapun anak-anak mereka yang baru menetas hanyut menuju Eropa, sebuah perjalanan yang memakan waktu setidaknya dua tahun.
Ketika angulas akhirnya tiba di pesisir Spanyol, para nelayan dengan sendok jaring menunggu mereka.
Musim penangkapan dimulai pada November, dan saat terbaik untuk menangkap mereka adalah pada saat tengah malam yang terdingin, paling gelap dan hujan ketika ombak besar dan airnya keruh.
Angulas sangat mahal. Tangkapan pertama yang dilelang setiap tahun adalah yang termahal. Pada 2016, rombongan pertama dengan berat 1,25 kilo terjual seharga 5.500 euro (Rp92,8 juta). Grosir.
Namun, rombongan kedua dengan berat yang hampir sama, terjual 'tak lebih' dari 1.070 euro (Rp18 juta).
Jadi mengapa harganya berbeda? Sama-sama bayi belut, dibeli hanya selang beberapa menit. Bahkan yang lebih ganjil kedua rombongan tersebut dibeli oleh pria yang sama.
Saya melacak pembelinya, José Gonzalo Hevia, pemilik restoran Casa Tista di Asturias. Saya lalu mewawancarainya.
"Pembelian itu bertujuan memasarkan restoran saya dan juga sebagai bentuk penghormatan untuk nelayan," kata Gonzalo Hevia, yang sekarang sudah pensiun.
Dia pernah menjadi seorang nelayan penangkap angulas juga. "Atmosfer pada saat lelang sangat menyenangkan. Itu merupakan acara besar yang diliput media. Hari berikutnya, nama restoran saya ada di setiap surat kabar dan stasiun televisi."
Publisitas seperti itu dapat membawa banyak konsumen. Beberapa klien saya datang 20 atau 30 kali dalam semusim untuk makan angulas," tambah Gonzalo Hevia.
Ketika saya bertanya padanya apa yang spesial tentangnya, dia mengatakan, "Teksturnya lebih dari apapun."
Namun tekstur tidaklah spesial bagi saya. Saya ingat ketika makan angulas, teksturnya sangat licin, dan sedikit keras.
Masih penasaran mengapa sejumlah orang rela membayar mahal untuk makan angulas, saya mengunjungi Arima—sebuah restoran Basque yang terkenal di Madrid—dan berbicara dengan kepala juru masaknya, Rodrigo García Fonseca.
García Fonseca, yang menyajikan 3 kilogram angulas dalam satu pekan pada Januari lalu, juga seorang a la bilbaína, berkata:
"Saya tidak akan membayarnya sedemikian mahal. Mereka tidak memiliki rasa, tidak berwarna, tidak ada, bahkan tidak berbau. Sebuah selada lebih beraroma. Namun saya bertemu dua pria di sini yang memesan setengah kilo angula. Lima ratus euro sekali makan. Sejumlah orang yang memiliki uang senang menghabiskannya untuk itu. Siapa sih yang sekali-sekali tidak ingin jadi sombong?"
Saya juga berbincang dengan Nagore Irazuegi, pemilik Arima, yang juga berasal dari Basque. Di kawasan utara Spanyol itu, angulas mendarah daging dalam menu tradisional Malam Natal, Tahun Baru dan Hari Santo Sebastian pada 20 Januari. "Harganya terlalu mahal, namun beberapa orang suka pamer," kata dia.
Namun dia buru-buru menambahkan bahwa ada yang lebih dari itu. "Pada hari-hari khusus, merupakan sebuah tradisi untuk memakannya. Dan itu mengikat sekelompok orang dari kelas tertentu. Ini lebih masalah budaya. Orang ingin menjadi bagian dari budaya itu, lebih dari apapun."
Apakah bayi belut pernah menjadi pakan ternak atau tidak (setiap orang yang berbicara dengan saya pernah mendengar cerita yang sama, namun buktinya sangat sedikit), tidak ada keraguan bahwa bayi belut sempat menjadi hidangan bagi kelas pekerja di Spanyol bagian utara.
Namun itu ketika angulas masih sangat berlimpah dan murah. Seiring dengan makin langkanya angulas dan harganya meningkat, sebuah perusahaan bernama Angulas Aguinaga melihat sebuah peluang.
Pada 1991, dengan menggunakan surimi— sebuah pasta yang dibuat dari ikan olahan—mereka membuat angulas imitasi, yang disebut gulas. Bentuk gulas tampak serupa dengan angulas dan rasa gulas lebih halus serta samar-samar terasa amis.
Produk itu sangat populer sehingga Anda bisa menemukannya di setiap toko kelontong di Spanyol.
Salah satu alasan mengapa angulas sangat mahal adalah bahwa waduk dan penurunan kualitas lingkungan telah menyusutkan jumlah belut. Pengambilan yang berlebihan juga merupakan salah satu alasannya. Bahkan, belut saat ini masuk dalam hewan yang terancam punah.
Di masa lalu, angulas hidup diekspor ke Cina. Di sana hewan itu digemukkan dan dijual sebagai belut dewasa, namun itu dilarang sejak 2010 lalu. Tetap saja, pasar gelap tetap berlanjut.
Pada 2017, kepolisian Spanyol mengungkap operasi perdagangan internasional angula. Ketika dilakukan penggrebekan, ditemukan tempat penyimpanan emas, uang tunai 1 juta euro, dan juga angulas hidup senilai 2 juta euro yang ditujukan ke Cina.
Juru masak restoran bintang tiga versi Michelin juga berperan dalam peningkatan harga.
Manolo González, penulis makanan peraih penghargaan merangkap sejarawan dari San Sebastian sekaligus sekretaris klub gastronomi terkenal Cofradía del Ajo y el Perejil (Persaudaraan bawang putih dan peterseli), menjelaskan.
"Saat saya masih muda, pada 1950an dan 1960an, kami mengkonsumsi banyak sekali angulas. Pada saat itu, hewan itu masih dianggap terlalu rendah kelasnya untuk disajikan di sebuah restoran. Namun pada tahun 70an, restoran Basque besar seperti Arzak mencoba memasaknya, dan secara mendadak, kelas angulas meningkat tinggi."
Saat ini angulas tak hanya langka, namun juga dianggap penganan yang tren. Ada banyak permintaan. Harganya melangit.Dan mereka masih populer. Mengapa?
Dia mengibaratkannya seperti pembelian minuman anggur seharga 5.000 euro (Rp84 juta) per botol, yang sebenarnya melebihi nilai sesungguhnya, namun dipandang layak bagi beberapa orang untuk menunjukkan status.
Walau mengakui bahwa angulas tidak terlalu memiliki rasa, González menikmati teksturnya.
"Dan bagi pecinta makanan, pada acara khusus, 80 euro (Rp1,3 juta) untuk sebuah makanan pembuka tidak sepenuhnya di luar jangkauan."
González mengaku tidak memasak angulas lagi karena harga yang tinggi. Meski demikian rasa angula yang dimasak dengan minyak, bawang putih dan cabai pedas masih menyimpan kenangan indah.
"Anda bisa membuat hidangan yang sama namun menggunakan spaghetti. Kami menyebutnya Angula untuk Orang Miskin," kata dia menggambarkan sebuah ironi. "Cobalah, Anda akan mengetahui betapa lezatnya!"

Read More »

Pesona Lembah Barun Nepal, Salah Satu Lembah Terindah di Muka Bumi

travel, nepal, lembah, tempat indah

Lembah Barun merupakan salah satu harta alam milik Nepal. Disebut-sebut sebagai salah satu lembah terindah di dunia sekaligus laboratorium botani dengan koleksi flora lengkap.

Dilansir Wonderslist, sebenarnya Lembah Barun adalah daerah yang dilindungi berdasarkan kesepakatan antara Nepal dan China. Seluruh wilayahnya diresmikan sebagai bagian dari Makalu Barun National Park.

Surga dunia dengan berbagai keindahan alam


travel, nepal, lembah, tempat indah

Lembah Barun, Nepal 2009 Flickr/Dhilung Kirat

Lembah Barun berada di dasar Gunung Makalu, Pegunungan Himalaya. Kawasan ini terkenal karena pemandangan alamnya yang luar biasa. Air terjun indah, perbukitan berselimut hutan hijau, kharka (padang rumput) dan bunga warna-warni di bawah puncak salju merupakan segelintir dari berbagai pesona alam yang ditawarkan oleh Lembah Barun.


travel, nepal, lembah, tempat indah

Lembah Barun, Nepal 2009 Flickr/Dhilung Kirat

Spesies hewan dan tanaman langka tumbuh subur di iklim dan habitat yang beragam. Dan semua itu terjaga dari jamahan manusia, sebab Lembah Barun sama sekali tidak dihuni manusia.

Mereka yang menginjakkan kaki di Lembah Barun hanya para pendaki. Kebanyakan berkemah di wilayah lembah saat musim panas.

Laboratorium alam raksasa dengan 3.000 spesimen flora


travel, nepal, lembah, tempat indah

Lembah Barun, Nepal 2009 Flickr/Dhilung Kirat

Lembah Barun merupakan taman alam dengan biodiversitas yang menakjubkan. Lebih dari 3.000 spesies tanaman berbunga, termasuk 25 spesies rhododendron, 47 jenis anggrek, dan 56 tanaman langka bisa ditemui di sini.


travel, nepal, lembah, tempat indah


Lembah Barun, Nepal 2009 Panoramio/Dhilung Kirat

Sekitar 440 jenis burung, dan 75 spesies mamalia, termasuk macan tutul salju yang terancam punah, panda merah, rusa musk, dan babi hutan juga menjadikan tempat ini sebagai habitat.

Keanekaragaman hayati menyediakan spesimen lengkap untuk penelitian ilmiah demi perkembangan ilmu pengetahuan global.


sumber


Read More »

Kamis, 12 April 2018

Mengigit Legit Peluang Kebab Pisang Pusing

bisnis, investasi, peluang usaha, kebab, pisang

Menu khas Timur Tengah, roti dengan isian daging yang biasa disebut dengan kebab sudah menjadi makanan lazim didalam negeri. Penjual kebab pun kian mudah dijumpai. Mulai dari kelas kaki lima di pinggir jalan, hingga di pusat perbelanjaan.
Memberikan sentuhan berbeda, M. Lukman Ichwan dan Ida Ambarwati mengkreasikan kebab dengan isian pisang ditambah taburan lainya mulai dari keju, coklat, oreo dan lainnya. Ternyata, sajian ini banyak yang menyukainya. Lantas, mereka membuka gerai Kebab Pisang Pusing pada 2016 lalu.

Gerai pertamanya berada di Surabaya, Jawa Timur. Mendapatkan respon positif dari pasar, Lukman pun membuka cabang lainnya. Kini, ada empat cabang Kebab Pisang Pusing di Surabaya.

Tak hanya itu, dia juga memutuskan untuk membuka kemitraan. Saat ini ada empat mitra yang sudah bergabung. Gerai mitra ini tersebar di Lamongan, Jombang, Waru dan Malang. "Tahun ini kami ingin fokus melebarkan sayap ke wilayah Jabodetabek karena banyak yang tertarik".

Menyasar segmen konsumen kelas menengah kebawah, harga jual produknya cukup ramah dengan kantong yaitu Rp 8.000 sampai Rp 14.000 per porsi. Kebab Pisang Pusing menyiapkan 14 macam varian menu, antara lain kebab pisang darkchoco dan kebab pisang oreo.

Lukman mengklaim kelebihan produknya adalah tidak menggunakan bahan pangawet sehingga aman untuk dikonsumsi oleh semua kalangan. Selain itu, isian taburannya pun banyak.

Kebab Pisang Pusing menawarkan kemitraan dengan investasi Rp 30 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra adalah satu unit booth, bahan baku 200 porsi, perlengkapan masak lengkap, branding, pelatihan, dan tambahan lainnya.
Untuk menjaga kualitas produk serta agar rasa tidak berubah, mitra wajib mengambil kulit kebab dari pusat. Sedangkan bahan baku lainnya dapat dibeli sendiri, asal menggunakan merek yang sama.

Berdasarkan perhitungan Lukman, dalam waktu tiga hingga empat bulan mitra sudah bisa balik modal. Dengan catatan, dalam sebulan dapat meraih omzet sekitar Rp 13 juta. Setelah dikurangi biayabahan baku dan lainnya, porsi keuntungan yang didapatkan mitra sekitar 50% dari omzet.



Read More »

Industri Tato, Antara Seni dan Kesehatan


industri, bisnis, tato, seni, kesehatan

Joe Miller, seorang pemilik studio tato, Old Larimer Street Tattoo tak terlalu resah ketika krisis ekonomi melanda Amerika delapan tahun silam. Di saat para pengusaha kalut akan lini usahanya yang macet, Miller justru tak henti-hentinya kedatangan pasien yang rela membayarnya mahal. Berkat tato, Miller juga mengaku mampu merenovasi studio dan membeli rumah dengan cicilan 125.000 dolar AS per tahun. 

Selain Miller, Scottie Deville pemilik Th'ink Tank Tattoo juga mengalami hal yang sama. Di tengah krisis yang melanda ekonomi Amerika, Deville justru mampu menambah sembilan seniman di studionya, dengan tarif yang terbilang mahal, yakni 150 dolar AS atau sekitar Rp1,9 juta per jamnya. Sejak 2002, pendapatannya telah meningkat 10 persen per tahun.

Industri tato di Amerika memang tak pernah kehilangan gairahnya meski krisis menerpa. Pangsa pasarnya sangat besar. Menurut laporan NBC News, dari 15.000 studio tato yang ada di Amerika, diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 2,3 miliar dolar AS per tahun. Penghasilan itu disumbang oleh pengguna tato yang terus meningkat. Menurut hasil studi yang dilakukan oleh Pew Research Center, kurang lebih sepertiga orang di Amerika berusia 18 sampai 25 tahun memiliki tato di tubuh mereka. Angka pengguna tato untuk usia 41 hingga 64 tahun juga diperkirakan mencapai 10 persen.

Di Indonesia, industri tato juga semakin meningkat. Angka pasti industri ini di Indonesia memang belum pernah ada angka pasti. Yang pasti, harga pembuatan tato di Indonesia masih sangat bervariasi dari yang paling murah sekitar Rp300 ribu hingga jutaan rupiah. Studio Tato menerapkan harga yang berbeda, ada yang mematok harga per jam, ada yang mematok per desain. Mahal atau murahnya membuat tato tergantung teknik, warna, kerumitan, desain. 

Tato dan Kesehatan

Seni merajah tubuh memang banyak digandrungi. Meski demikian, tato sebenarnya memiliki sisi negatif dari sudut pandang kesehatan. Menurut penelitian yang dipimpin oleh seorang dokter kulit di NYU Langone Medical Center, Marie Leger, hampir 10 persen dari 300 orang di usia 18 hingga 69 tahun dilaporkan telah mengalami ruam dan infeksi pada kulit setelah ditato.

Para peneliti mengatakan, pengguna tato juga telah menderita beberapa jenis ruam, gatal, bengkak, infeksi dan benjol pada kulit. Selain itu, 6 persen dari mereka juga mengatakan masalah itu akan berlangsung selama lebih dari empat bulan. 

Para peneliti berspekulasi bahwa alergi itu disebabkan oleh beberapa jenis pewarna yang digunakan dalam tinta tato. Dugaan itu juga diperkuat oleh Tattooers. Dalam laporan itu disebutkan, kebanyakan mereka yang alergi terhadap tato disebabkan oleh tinta merah dan kuning. Namun, hal itu hanya dialami oleh 0,5 persen orang. Guna mencegah hal ini, banyak artis tato profesional yang akhirnya mencampurkan berbagai warna untuk mendapatkan warna merah. 

Dalam beberapa kasus alergi, Tattooers meyakini ada beberapa tinta tato yang mengandung logam beracun seperti merkuri, nikel, kadmium, dan kromium. Hal itulah yang akhirnya memicu alergi pada kulit, dengan gejala utama seperti kulit yang gatal, merah dan sedikit bengkak.

Fenomena ini juga memancing Karin Lehner dari Universitas Reger di Jerman untuk melakukan studi terhadap tinta tato. Penelitian ini dilakukan dengan metode laboratorium yang sangat sensitif dan dapat mendeteksi jejak terkecil dari senyawa kimia. Mereka meneliti empat belas tinta tato yang tersedia secara komersial, hasil tes tersebut menunjukkan bahwa beberapa tinta terdapat campuran yang dapat menyebabkan rusaknya kulit.


industri, bisnis, tato, seni, kesehatan

Dr. Paul Broganelli, spesialis dalam Dermatologi dan Kelamin dari University Hospital di Turin juga pernah melakukan penelitian terhadap tinta hitam. Ia menemukan adanya zat berbahaya pada sejumlah tinta. Meski demikian, ia mengatakan bahwa penyakit kanker kulit belum terbukti pada orang bertato. Dr. Paul Broganelli juga menyarankan untuk mengetahui jenis tinta sebelum memutuskan untuk bertato. 

Selain itu, kebanyakan orang yang memiliki alergi tinta juga menderita alergi pewarna lainnya seperti yang ditemukan pada makanan dan pakaian. Beberapa orang biasanya akan langsung mengalami kulit yang membengkak dan kemerahan dalam sebulan kemudian, bahkan adapula yang meradang sampai dua tahun. 

Bagi sebagian orang, biasanya mereka akan mendapatkan reaksi hingga setahun, dengan gejala gatal-gatal yang terkadang menimbulkan reaksi panas dan dapat membuat bengkak. Alergi tinta juga menyebabkan tato menjadi sangat gatal dalam cuaca panas.

Cara Pencegahan

Mengingat begitu banyaknya kejadian buruk yang menimpa pengguna tato, beberapa pihak menyarankan untuk meminta para seniman tato menunjukkan daftar unsur-unsur yang terkandung di dalam tinta. Jika seniman tato tak mengetahui nama tinta dan nama produsennya, urungkan niat untuk membuat tato dan carilah tempat yang lebih profesional.

Selain itu, beberapa pihak juga menyarankan untuk melakukan patch test setidaknya dua puluh empat jam sebelum ditato. Patch test adalah tes kulit yang bertujuan untuk mengidentifikasi riwayat peradangan dan alergi kulit.

Para pengguna tato juga dianjurkan untuk menggunakan salep antibiotik atau hidrokortison untuk meringankan gejala gatal-gatal setelah bertato. Selain itu, para pengguna juga dapat memakai krim anti-gatal. Namun, jika gejala tak kunjung hilang, ada baiknya untuk segera pergi ke dokter kulit.

Selain itu, para pengguna tato juga harus membatasi sinar matahari, mencari tinta di tempat yang memiliki reputasi, melakukan perawatan hingga berkonsultasi dengan dokter jika memiliki masalah medis lainnya yang mungkin terpengaruh karena tato. 

Tidak hanya para pengguna, The Alliance for Professional Tattooists juga merekomendasikan kepada seorang seniman tato untuk memakai sarung tangan sekali pakai, ruang kerja yang bersih tanpa tetesan darah dan menggunakan jarum sekali pakai. 

Agar terjadi hal yang tidak diinginkan, ada baiknya mendengar saran dari Dr. Scott Holmberg yang menganjurkan untuk membuat tato di studio profesional yang terlatih, bersih, dan aman.


sumber

Read More »