/* */

Jumat, 09 Februari 2018

Apa yang Dilahap Pekerja di Seluruh Dunia? Cari Tahu di Sini

kuliner, makanan pekerja, makan siang, santapan

BANYAK hal yang bisa dipelajari tentang budaya kerja sebuah negara. Tapi bagaimana gambaran istirahat makan siang di seluruh dunia? Kami bertanya kepada orang-orang dari seluruh dunia bagaimana makan siang mereka.
Seperti dilansir dari BBC Indonesia, Senin (5/2/2018) berikut sejumlah pilihan para pekerja di seluruh dunia akan makan siang mereka.
Mumbai, India
Akhir-akhir ini, makin sedikit waktu untuk makan siang di Mumbai, kata Mukul Paraekh, yang biasanya makan siang di meja kerjanya selama setengah jam di siang hari. Paraekh, seorang manajer kantor di sebuah kantor akuntan, menyalahkan kemacetan lalu lintas dan meningkatnya tekanan pada pekerja di kota lantaran semakin berkurangnya waktu mereka. Makan siang cepat saji adalah prioritas utama.

kuliner, makanan pekerja, makan siang, santapan

Meski biasanya membawa makan siang dari rumah, ada juga alternatif - dan solusi unik di Mumbai. Kotak makanan panas yang dikirim, yang disebut tiffins, dikirim ke kantor dari restoran atau rumah orang-orang yang dikenal dengan nama dabbawal.
Dabbawal menggunakan sistem kode unik untuk melacak ratusan ribu makanan yang mereka kirimkan, dan sejauh ini hanya terjadi 3,4 kesalahan per sejuta transaksi.
"Sistem pengkodean rahasia ini diteruskan ke ahli waris mereka dan bisnisnya keluarga ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun," kata Paraekh yang berusia 63 tahun.

Mbale, Uganda
Lalu bagaimana di Mbale, Uganda? Ini tempat Sarah Gimono bekerja sebagai manajer proyek untuk sebuah lembaga nirlaba. Dia mengatakan bahwa makan secepat mungkin memberi orang lebih banyak waktu untuk bekerja. Dan makan siang jarang sekali diluputkan.
kuliner, makanan pekerja, makan siang, santapan
"Makan malam kurang penting di Uganda dibanding makan siang, saat orang juga perlu istirahat kerja," kata pekerja berusia 27 tahun itu. Ia biasanya menggunakan waktu 30 menit untuk makan siang dan melakukannya di restoran terdekat.
"Budaya kerja di Uganda sangat bervariasi saat makan siang, beberapa orang makan di kantor dan yang lainnya pergi ke restoran terdekat dan menikmati makan siang dalam sebuah tim."
Beruntung bagi Gimono, yang sering melakukan penelitian lapangan di berbagai proyek di sekitar Uganda. Makanan jalanan yang cepat, murah dan lezat, seperti rolex (begitulah nama - chapatti gulung ini) dengan campuran telur, bawang goreng dan tomat - mudah didapat.

Makati City, Philippines
Jollijeeps - gerobak makanan semi-permanen - mulai bermunculan di sekitar Makati City, Filipina, sekitar lima tahun yang lalu, sebagai bagian dari inisiatif kota untuk mengatur dan meregulasi pedagang kaki lima, kata Faith Ragaas, seorang manajer di sebuah perusahaan manajemen investasi. Kesukaannya, Lirios, berjarak tiga menit berjalan kaki dari kantornya.
"Alih-alih makanan berminyak biasa yang dijual dengan kemasan plastik di jalan, ada beberapa jenis Jollijeeps yang terkenal  menyediakan makanan siang tipe rumah yang sehat dan memberi pilihan lain dibanding harus pergi ke restoran atau kafetaria, " dia berkata.
kuliner, makanan pekerja, makan siang, santapan
Memiliki tiga kali makan secara lengkap setiap harinya, sangat penting bahwa jam makan siang dilindungi oleh aturan tenaga kerja di Filipina kata Ragaas. Disebutkan, perusahaan memberikan satu jam kepada setiap karyawan untuk setiap delapan jam kerja.

Paris, France
Perancis terkenal dengan budaya makan siang yang meriah. Survei Edenred, misalnya, menemukan 43% responden Prancis mengkonsumsi 45 menit atau lebih untuk makan siang, dan 72% makan di restoran setidaknya seminggu sekali.
Perancang dan ilustrator produk Paris, Francois Pellan biasanya mendapat makanan dari supermarket lokal dan makan bersama rekan-rekannya di dapur studio kerjanya.
Tapi paling tidak seminggu sekali mereka pergi ke restoran di arrondissement atau distrik ke-20, selama sekitar satu jam. Di tempat kerja, dia dan rekan-rekannya "banyak bicara, memahami cara pandang orang lain tentang hal-hal, bertukar pikiran. Percakapan meluas ke waktu makan, yang merupakan aspek sosial penting kehidupan Prancis, " kata pria berusia 35 tahun itu.
kuliner, makanan pekerja, makan siang, santapan

Ada lagi makan siang meriah di Prancis juga, di mana penduduknya meminum 11,3% anggur yang dikonsumsi di dunia pada tahun 2014 .
"Pada hari Jumat saat kita lebih santai, biasanya kita pergi ke restoran bersama sebagai satu kelompok, dan minum bir atau anggur dengan makan siang."

New York City, USA
Seorang pengasuh anjing profesional Vanessa Monroy, 40, mengatakan warga New York dapat menghabiskan seluruh waktu istirahat makan siang mereka untuk mengantri membeli salad atau sandwich. Sebagai gantinya, dia mengemasi keripik dan makanan lain yang tidak mudah rusak untuk dimakan sepanjang hari.
"Lebih mudah bagi saya untuk sarapan enak di pagi hari di rumah dan kemudian hanya mengemasi makanan ringan di tas saya."
kuliner, makanan pekerja, makan siang, santapan
Makan yang porsinya kecil namun sering, lebih sehat dibanding tiga kali makanan besar, katanya. Ini juga mencegah rasa malas yang sering muncul sesudah menyantap makanan berat.
"Makanan cepat lebih enak, tapi makanan cepat saji tidak baik untuk Anda," katanya.
Di AS, orang cenderung mengambil istirahat makan siang yang lebih pendek daripada pekerja di beberapa negara lain.
Dalam survei 2016 terhadap karyawannya, perusahaan layanan Edenred mencatat 51% responden AS makan antara 15 dan 30 menit untuk makan siang, dan hanya 3% yang membutuhkan waktu lebih dari 45 menit, jauh lebih sedikit daripada di Prancis, di mana 43% dari responden membutuhkan waktu 45 menit atau lebih.

Kairo, Mesir
"Saya tidak makan makanan cepat saji atau junk food. Jadi saya juga mengemas makan siang saya atau mengambil sesuatu yang mudah dari salah satu restoran di dekatnya, "kata Tamar Kassabian, 31 tahun, yang bekerja sebagai manajer di Citystars Heliopolis, salah satu mal terbesar di Kairo.
Karena sarapan pagi biasanya menyajikan makanan yang cukup banyak dan dimakan pada pagi hari, Kassabian mengatakan bahwa makan siang sering ditunda sampai jam 3 atau 4 sore dan makan malam mungkin pukul 9 malam atau lebih.
kuliner, makanan pekerja, makan siang, santapan

"Banyak perusahaan akan memberi waktu 1-2 jam sebagai istirahat makan siang, tapi orang akan menggunakannya untuk minum kopi dan makan sisa sarapan mereka, dan kemudian makan setengah jam lagi untuk makan siang nanti," katanya.
Kassabian mengatakan pada beberapa tahun terakhir ini, para pekerja mulai menggunakan perusahaan seperti Yumamia, yang membayar dirinya sebagai "layanan pengiriman makanan bukan siap saji," untuk mendapatkan makanan sehat yang dikirim ke kantor mereka.

São Paulo, Brasil
Eliza Rinaldi, menyiapkan bahan-bahan sehat di rumah dan mengumpulkan makan siangnya di kantor, agen konten di Sao Paulo pusat tempat dia bekerja sebagai direktur komunikasi dan konten. Mitra bisnisnya, Natascha melakukan hal yang sama "karena menghemat uang dan kami berdua sadar kesehatan," kata 34 tahun.
kuliner, makanan pekerja, makan siang, santapan

Rinaldi mengatakan rutinitasnya tidak khas di Sao Paulo. "Sebagian besar perusahaan menawarkan tiket makan -meminjam makanan sebagai bagian dari paket kerja mereka - sehingga orang cenderung pergi makan siang.
"Orang-orang cenderung bekerja lama setiap harinya di São Paulo (sering dari jam 09: 00-06: 00), jadi masuk akal untuk mengambil satu jam untuk makan siang dan keluar dari kantor. Orang-orang mencoba untuk mengubah jam kerja yang terlalau lama ini, tapi ada mentalitas tradisional bahwa jika Anda tidak hadir, Anda tidak benar-benar bekerja keras." katanya.


Read More »

7 Etiket Bersantap yang Mengejutkan dari Seluruh Dunia, Membalik Ikan Dianggap Bawa Sial

etika makan, kuliner, sopan santun di meja

SERING dibilang, etika ketika berada di meja makan bisa menunjukkan perilaku atau manner seseorang.
Maka dari itu, mengetahui dan memahami table etiquettes sangat penting adanya. Tidak hanya etika di meja makan yang berlaku di negara sendiri, tetapi juga yang berlaku di berbagai negara di dunia. Apalagi ada etika seputar makanan yang mengejutkan tidak terduga bahwa memang berlaku di suatu negara.
Apa saja etiket mengejutkan seputar makanan tersebut? Menyitat Ndtv, Senin (5/2/2018) berikut di bawah ini uraiannya.
1. Mengoper makanan dari sumpit ke sumpit, Jepang :
Dalam upacara pemakaman di Jepang, tulang-tulang dioper dari satu set sumpit ke sumpit lainnya. Maka dari itu, mengoper makanan menggunakan metode dari sumpit biasanya dianggap sebagai hal yang tidak sopan untuk dilakukan di Jepang.
2. Membalik ikan, China :
Hal ini berlaku di China, di mana disebutkan membalik ikan setelah menyantap satu sisinya sering dikatakan akan membawa sial. Jika Anda benar-benar merasa ingin menyantap sisi lain dari ikan lain, maka bisa dengan cara mengeluarkan tulangnya, baru kemudian dimakan dagingnya.
3. Memesan cappuccino setelah makan, Italia :
Tahukah bahwa di Italia, ada sebuah tradisi yang menyebutkan bahwa orang Italia tidak akan mengonsumsi minuman apapun yang berbahan susu setelah acara bersantap. Maka dari itu, jika ingin meminum secangkir cappuccino di Italia, pastikan Anda memesan dan meminumnya sebelum makan.
4. Menggunakan garpu, Thailand:
Di Thailand, garpu digunakan untuk membantu menaruh makanan di sendok. Sehingga meletakkan garpu di mulut adalah hal yang dianggap tidak baik di Thailand.
5. Memakai tangan kiri, Negara-negara Arab :
Jika sedang berada di negara-negara Arab, pastikan makan dengan menggunakan hanya dengan tangan kanan. Makan dengan tangan kiri jadi etika yang sangat dilarang, mengingat tangan kiri lah yang kerap digunakan untuk urusan toilet maka dari itu sering dianggap tidak bersih.
6. Datang tepat waktu :
Tepat waktu adalah kebiasaan yang sangat baik untuk dijalani bukan? Akan tetapi di Tanzania, datang tepat waktu dianggap sebagai penghinaan untuk tuan rumah. Inilah mengapa di Tanzania, diharuskan datang setidaknya telat 20 menit dari waktu makan siang atau makan malam.
7. Setengah cangkir teh, Kazakhstan :
Etika satu ini ialah di mana Jika tuan rumah di Kazakhstan menyajikan setengah cangkir teh, maka jangan dulu merasa resah karena ini adalah pertanda baik. Sebab, secangkir penuh teh adalah tanda bahwa mereka sebagai tuan rumah kemungkinan menginginkan tamunya untuk segera pergi.


Read More »

5 Mitos Makanan yang Dipercaya dapat Memicu Kanker

makanan, sakit, penyakit, kanker, makan tidak sehat, mitor, kuliner

KANKER merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi momok menakutkan bagi seluruh penduduk di dunia. Tahun ini, America Cancer Society memproyeksikan sekitar 1.735.350 kasus kanker terbaru dan 609.640 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Untuk mencegah penyakit tersebut, para ahli selalu menekankan agar semua orang melakukan deteksi dini, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dan mengurangi kebiasaan-kebiasaan lainnya yang dapat meningkatkan risiko kanker.
Namun, mitos yang beredar di tengah masyarakat saat ini, beberapa jenis makanan dianggap dapat memicu timbulnya kanker jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan tidak teratur. Faktanya, ternyata tidak ada satu makanan pun yang dapat menyebabkan kanker pada seseorang. Dilansir dari The Daily Meal, berikut 5 jenis makanan dan minuman yang dipercaya dapat memicu kanker, Senin (5/2/2018).
Alkohol
Secara umum, alkohol tidak akan memicu kanker pada tubuh Anda. Bahkan, menurut penelitian, beberapa jenis minuman beralkohol seperti red wine sebenarnya dapat menurunkan risiko kanker jika dikonsumsi secara teratur. Sejumlah orang juga percaya bahwa wine dapat memperpanjang umur seseorang. Hal ini didasarkan pada beberapa kasus yang ditemukan para peneliti saat mengadakan survey kepada beberapa koesponden yang berumur di atas 100 tahun.
Mentega
Mengingat mentega mengandung lemak yang sangat tinggi, tak sedikit orang yang berasumsi jika makanan tersebut sangat buruk untuk kesehatan. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang atau normal, kandungan asam pada mentega ternyata dapat menjaga kesehatan tubuh kita. Salah satu studi menemukan, produk high-fat dairy seperti mentega ternyata dapat menurunkan risiko kanker kolorektal.
Telur
Salah satu pertimbangan seseorang ketika hendak menyantap telur adalah kandungan kolesterolnya yang cukup tinggi. Namun jika dikonsumsi secukupnya, telur terbukti memiliki berbagai manfaat kesehatan. Begitupun sebaliknya, apabila Anda mengonsumsi makanan ini dalam jumlah besar dan tidak teratur, dampaknya justru bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Para ahli menolak mengaitkan telur dengan kanker, karena pada dasarnya bahan makanan tersebut tidak termasuk kategori makanan pemicu kanker.
Gluten
Hingga saat ini gluten memiliki reputasi yang buruk karena ini adalah komponen utama dalam pembuatan roti, cupcake, kue kering, tepung putih, dan makanan lain yang biasanya kita anggap sebagai makanan “tidak sehat”. Namun tahukah Anda, gluten sebetulnya hanya sejenis protein yang tebentuk secara alami pada beberapa jenis tanaman. Kandungan makanan ini tidak perlu Anda khawatirkan karena tidak akan memicu penyakit berbahaya seperti kanker, kecuali jika Anda memiliki alergi terhadap makanan bercita rasa manis.
Daging merah
Berbagai jenis daging olahan seperti hot dog, salami, ham, dan bacon seringkali dikaitkan sebagai salah satu pemicu kanker. Apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat banyak. Memang bukan tindakan yang bijaksana mengonsumsi hot dog setiap hari. Namun, olahan daging merah khusus yang tanpa lemak, ternyata memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menangkal kanker. Menurut Dewan Kanker, daging merah sangat direkomendasikan karena memberikan asupan zat besi, seng, vitamin B12, dan protein. Yang perlu Anda lakukan cukup mengontrol konsumsi burger, steak, dan makanan berbahan daging merah lainnya.



Read More »

Berjalan Kaki Bersama Orang-Orang Hebat

jalan kaki, sehat, kesehatan, jantung, orang hebat, orang sehat

Jalan kaki adalah jalan hidup para penulis. Pujangga kenamaan Inggris abad 18, William Wordsworth dikabarkan telah berjalan kaki hingga 290 ribu kilometer dalam hidupnya, atau dengan rata-rata 104 kilometer sehari yang dia mulai sejak usia lima tahun. Info ini didapat dari esais yang hidup sejaman, Thomas De Quincey.

Sewaktu mengerjakan A Christmas Carol, Dickens bisa berjalan 48 kilometer menyusuri jalan-jalan tikus London, mengotak-atik plot dalam benaknya saat kota itu terlelap. Novel Bunda – bacaan wajib kaum sosialis tidak akan lahir jika  Gorky yang kere itu tidak berjalan kaki menyusuri seluruh penjuru Rusia. Hemingway, Woolf, Joyce dan tokoh-tokoh di awal abad 19-an lain mendapat ide dengan berjalan.

Di era yang lebih modern, The Alkemis milik Coelho juga terinspirasi saat dia jalan kaki menyusuri Amerika Utara, Amerika Selatan juga Eropa selama dua tahun pada dekade 70-80an.Tidak hanya sastrawan, musisi pun mendapat ide dengan berjalan. Contohnya karya Beethoven, 6th Symphony yang terpengaruh dengan nuansa hutan.

Terpisah jarak 2000 tahun dengan orang-orang hebat tadi, ternyata budaya berjalan sudah dilakukan Orang Yunani kuno. Mereka adalah pejalan sekaligus pemikir yang hebat dan lebih suka berfalsafah selagi dalam perjalanan.

Jangan lupakan Sekolah Peripatetik, akademi mashyur, nenek moyang universitas modern ini menerapkan sistem diskusi sambil berjalan pada. Prinsip – prinsip sains, politik, retorika dan lain – lain dibagikan Aristoteles kepada murid-muridnya di manapun, tidak terpusat di Lyceum semata.

Keterikatan Sekolah Peripatetik ini yang membuat para jalan kaki juga sering disebut sebagai jalan para filsuf. Ide-ide brilian mereka didapat saat berjalan kaki. Arthur Rimbaud berjalan saat dia sedang marah, sama seperti Immanuel Kant yang menjadikan berjalan kaki sebagai pelarian diri pemaksaan pikiran.

Sementara Gérard de Nerval berjalan sambil mengoceh untuk menyembuhkan melankolisnya. Jean-Jacques Rousseau berjalan untuk berfikir, sedang Nietzsche berjalan menyusuri gunung mencari ide menulis.

Bagi beberapa tokoh, jalan kaki itu tidak mesti keluar rumah atau berkeliling seluruh penjuru kota. Mark Twain juga banyak berjalan walaupun gerak jalannya itu hanya mondar-mandir di dalam rumah. Dia berjalan selagi bekerja, seperti diingat putrinya. "Kadang-kadang saat mendiktekan, ayah berjalan mondar-mandir... lalu sepertinya ada jiwa baru yang terbang memasuki ruangan,"

Begitupun dengan Charles Darwin. Dia memiliki jalan kerikil dipasang di sekeliling rumahnya. Dia akan mengelilingi trek itu saat sedang memikirkan masalah. Dia akan berhenti saat solusi sudah ditemukan.  

Kebiasaan orang-orang hebat ini yang memunculkan anggapan bahwa saat mengerjakan tugas yang membutuhkan imajinasi, berjalan kaki lebih bisa membantu orang berpikir kreatif dibandingkan hanya duduk saja. Dan secara ilmiah hal ini betul-betul terbukti.


jalan kaki, sehat, kesehatan, jantung, orang hebat, orang sehat

Pada 2014, para peneliti mulai menyelidiki secara ilmiah hubungan antara berjalan dan kreativitas. Dalam studi yang dilakukan psikolog Stanford University, Matily Opezzo dan Daniel Schwartz itu mereka membagi partisipan menjadi dua kelompok: yang berjalan dan duduk.

Mereka kemudian menjalankan sesuatu bernama tes Guilford Alternative Uses. Partisipan mengusulkan penggunaan alternatif untuk kasus sehari-hari dan memunculkan analogi orisinal untuk menangkap ide-ide rumit.

Tes ini dirancang untuk mengukur "pemikiran divergen", komponen penting dalam kreativitas. Pemikiran divergen adalah saat kita memiliki solusi multipel dan tak terduga. Pemikiran divergen berlangsung spontan dan mengalir bebas.

Sebaliknya, pemikiran konvergen lebih linear dan memerlukan penyempitan, bukannya perluasan dari pilihan-pilihan kita. Pemikiran konvergen berusaha menemukan satu jawaban benar terhadap satu pertanyaan. Pemikir divergen menyusun ulang pertanyaannya.

Hasil penelitian dipublikasikan di Journal of Experimental Psychology: Learning , Memory and Cognitio. Hasil penelitian cukup mengejutkan, tingkat kreativitas secara konsisten dan signifikan lebih tinggi bagi pejalan ketimbang mereka yang sering duduk.

Di antara mahasiswa yang diuji kreativitasnya setelah bekerja, 100 persen datang dengan ide-ide yang lebih kreatif dalam satu percobaan sementara 95 persen, 85 persen dan 81 persen kelompok pejalan kaki dalam eksperimen yang lain memberikan respons yang lebih kreatif dibandingkan mereka yang duduk.

Dalam satu eksperimen dengan 48 peserta, masing-masing peserta duduk sendiri di satu ruang kecil dengan meja menghadap dinding kosong. Ketika peneliti menyebut objek, para siswa menyebut cara alternatif untuk menggunakan objek itu.

Eksperimen kedua melibatkan 40 mahasiswa yang dibagi dalam tiga kelompok yakni kelompok yang duduk tapi bergerak ke ruangan lain, duduk dan berjalan menggunakan treadmill, dan berjalan di luar ruangan sepanjang jalur yang ditetapkan.

Dari penelitian kedua ini menemukan bahwa tidak penting apakah partisipan itu berjalan di luar/dalam, di tengah udara segar/berpolusi, atau bergerak di treadmill dan menatap dinding kosong sekalipun. Mereka tetap memberikan respon kreatif hingga dua kali lipat ketimbang mereka yang duduk. Tidak butuh banyak waktu, cukup lima sampai enam belas menit sudah cukup mendatangkan ide-ide kreatif itu.

Keutamaan-keutamaan ini yang membuat para tokoh penting di industri digital – yang memerlukan kreativitas tinggi – seperti Marc Zuckerberg, Steve Jobs, Jack Dorsey dan Marc Andreessen menggemari kegiatan berjalan kaki. Tren saat ini di Silicon Valley, rapat-rapat penting kini tidak lagi di lakukan di ruang-ruang rapat, tetapi sambil berjalan di taman. Mereka tampaknya percaya betul dengan ucapan Nietzsche "All truly great thoughts are conceived by walking."

Karena itu kamu jangan risih saat melihat teman sekantormu mondar-mandir seperti setrika. Ketahuilah dia sedang mencari ide, dan dia kemungkinan akan mendapatkan ide cemerlang lebih hebat dan cepat ketimbang kamu. Jika kamu tidak ada ide? maka segera bangun dari tempat dudukmu dan berjalanlah!

sumber

Read More »

Keperjakaan dan Keperawanan Generasi Milenial

perjaka, perawan, generasi milenial, kesehatan, sex


Pada 2002 silam, ketika anak-anak muda Indonesia kelahiran 1980an mulai kuliah, Iip Wijayanto—yang saat itu masih berstatus mahasiswa—merilis kabar menghebohkan. Menurut hasil penelitiannya, lebih dari  97 persen mahasiswi di Yogyakarta tak lagi perawan.

Kabar kontroversial itu memicu perdebatan di ruang publik tentang validitas penelitian Iip yang kini berstatus sebagai ustad. Metode dan juga responden Iip dinilai terlalu sempit karena hanya berdasarkan lingkungan di kampusnya, di lereng Merapi sana.

Empat belas tahun berlalu sejak penelitian itu dilakukan, persoalan keperawanan atau keperjakaan, atau hal-hal yang bersinggungan dengan keduanya masih “seksi” untuk dikaji: penting dan perlu untuk dibaca.

Pada 17 April 2016, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merilis survei Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Mereka melakukan survei tentang perilaku pacaran dan seksualitas para remaja pra nikah dengan batasan usia 15-24 tahun pada rentang tahun 2012-2014 di Sulawesi Utara.

Hasil penelitian itu menunjukkan 90 persen remaja yang berpacaran pernah berpegangan tangan. Sementara remaja berpacaran yang mengaku pernah ciuman bibir pada 2014 mencapai 59 persen. Menurut BKKBN, angka ini menurun dibanding tahun 2013 yakni 63 persen. Namun, masih tinggi dibandingkan data 2012, di mana ada 39 persen remaja pernah berciuman bibir. Perilaku berpacaran inilah yang disinyalir menjurus ke hal-hal serius lain seperti perilaku seksual di luar pernikahan.

Sementara menurut Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2012, sebanyak 79,6 persen remaja pria dan 71,6 persen remaja wanita pernah berpegangan tangan dengan pasangannya.

Untuk “level pacaran” yang lebih tinggi, survei menemukan sebanyak 48,1 persen remaja laki-laki dan 29,3 persen remaja wanita pernah berciuman bibir.

Di level yang lebih tinggi lagi, ditemukan sebanyak 29,5 persen remaja pria dan 6,2 persen remaja wanita pernah meraba atau merangsang pasangannya.

Hamil di Luar Nikah—Pernikahan Dini—Perceraian Dini

Contoh level pacaran tingkat tiga itulah yang disinyalir menjurus ke perilaku-perilaku tabu yang senantiasa rawan. Data dari SKRRI BKKBN yang dirilis pada 2016 menunjukkan “pada 2012 sebanyak 8,3 persen remaja laki-laki dan 1 persen remaja perempuan sudah melakukan hubungan seksual sebelum nikah.”

Tahun ini angkanya berapa? BKKBN belum melakukan survei lagi. Tapi Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty pada konferensi pers April lalu mengatakan dampak negatif dari seks pranikah adalah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD).

“Kehamilan pada remaja ini dapat menimbulkan masalah bagi remaja dan keluarga juga lingkungan sosial," katanya, sebagaimana dikutip dari bkkbn.go.id.

Chandra bisa jadi benar. BKKBN 2013 lalu menyebutkan sebanyak 20,9 persen remaja di Indonesia mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah.

Sedangkan hasil survei BPS 2012 mengungkapkan, angka kehamilan remaja pada usia 15-19 tahun mencapai 48 dari 1.000 kehamilan. Tingginya angka kehamilan remaja ini berimbas pada salah satu penyumbang tertinggi jumlah kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Sejurus dengan data itu, angka aborsi juga tinggi. Pusat Unggulan Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi pada 2013 juga menyebut, sekitar 2,1 – 2,4 juta perempuan setiap tahun diperkirakan melakukan aborsi. Sebanyak 30 persen di antaranya dilakukan remaja.

Mereka yang “terlanjur” hamil di luar nikah—dan memilih bertanggung jawab pada bayi mereka—pada akhirnya dinikahkan secara dini. Kasus-kasus seperti itu marak, meskipun angka detilnya belum terdeteksi resmi.

Sebagai pendekatan, United Nations Departmen of Economic and Social Affairs (UNDESA) pada 2011 masih menempatkan Indonesia sebagai negara dengan persentase pernikahan dini pada peringkat 37. Menurut BKKN dengan peringkat itu, Indonesia merupakan negara kedua di ASEAN dengan persentase pernikahan dini tertinggi setelah Kamboja.

BKKBN juga menyebutkan ada sekitar 0,2 persen remaja putri dari 22 ribu perempuan usia 10-14 tahun telah menikah. Sementara untuk usia 15-19 yang telah menikah mencapai angka 11,7 persen. Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki muda berusia 15-19 tahun yang sudah menikah yakni 1,6  persen.

Persoalan ini berdampak pada kasus gugat cerai terhadap para pelaku pernikahan dini. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada Antara akhir 2015 lalu pernah mengatakan bahwa kasus gugat cerai paling kerap terjadi pada mereka yang menikah di usia dini dan lama perkawinan yang dini pula, kurang dari lima tahun.

Penyebabnya, menurut Khofifah adalah kematangan mental pasangan. "Karena itu akan menimbulkan masalah baru bagi anggota keluarga terutama anak-anak mereka," katanya kepada Antara.

perjaka, perawan, generasi milenial, kesehatan, sex
Menikah di Usia Ideal dan Membangun Keluarga
Lantas, sebenarnya berapa umur ideal menikah? Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan mengamanatkan batas usia menikah bagi perempuan ialah 16 tahun dan pria 19 tahun.

Untuk diketahui, Yayasan Kesehatan Perempuan dan Yayasan Pemantauan Hak Anak pernah mengajukan uji materi terhadap undang-undang perkawinan tersebut, tetapi belakangan ditolak oleh Mahkamah Agung.

Kendati demikian, hasil SKRRI BKKBN pada 2007 lalu menunjukkan bahwa rata-rata perempuan berkeyakinan menikah ideal umumnya di antara usia 20 – 24 tahun. Sementara bagi remaja laki-laki menganggap ideal menikah di atas 25 tahun.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek juga menyampaikan pihaknya mendorong revisi UU Pernikahan untuk mencegah pernikahan dini agar dapat menekan angka kematian ibu melahirkan. Alasannya mereka dinilai belum matang secara fisik dan mental.

”Idealnya yang boleh menikah itu usia 20 tahun ke atas," katanya kepada Antara, pada November dua tahun silam. "Terlalu mudah menikah muda apalagi lulus SD atau SMP. Kawin dini menemui masalah kemudian cerai, nikah lagi dan cerai lagi. Ujung-ujungnya perempuan itu kena kanker serviks."

Di sisi lain, menikah di usia ideal di usia lebih 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi pria bisa jadi menguntungkan secara perhitungan ekonomi membesarkan anak. Pada saat anak mulai masuk jenjang pendidikan sekolah dasar ibu baru berusia 26-27 tahun, sementara bapak berusia 32 tahun. Ketika anak memasuki kuliah di usia 19 tahun, si ibu berusia 39 tahun dan bapak 44 tahun. Usia itu masih memungkinkan untuk produktif mencari kebutuhan biaya pendidikan anak.

Kendati demikian, menikah di usia ideal itu pun punya syarat yakni dilakukan dengan tanggung jawab bukan karena “kecelakaan”. 

Read More »

Asyiknya Bertualang di Tangalooma Resort

tangalooma resort, travel, moreton, brisbane, australia

Berlibur ke Brisbane, Australia, rasanya kurang pas jika tidak mengunjungi Tangalooma Resort di Pulau Moreton yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Tak hanya itu, banyak aktivitas outdoor yang bisa dilakukan. Mulai dari bermain ATV, naik helikopter hingga berinteraksi dengan lumba-lumba di pinggir pantai.

Itu baru sebagian kecil aktivitas keseruan yang bisa dinikmati di Tangalooma Resort. Masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan.

Tangalooma Resort hanya berjarak 75 menit dari Brisbane. Anda pun bisa memilih berbagai macam jenis kapal untuk tiba di lokasi. Salah satu yang paling ternama ialah menggunakan kapal kapal pesiar jenis catamaran.

Resort ini adalah tujuan liburan keluarga yang sempurna bagi para tamu yang mencari pengalaman petualangan, pendidikan atau alam yang bersahaja namun unik. Karena tempatnya di ambang pintu masuk Kota Brisbane di Pulau Moreton yang luar biasa.

Tangalooma Resort merupakan tempat wisata bersejarah karena telah berdiri sejak lama. Lokasi wisata ini juga masuk sebagai kawasan yang dilindungi.

Namun, Tangalooma tetap menjadi taman hiburan alam yang menakjubkan dengan berbagai macam akivitas. Anda bisa tur mengelilingi resort dengan menggunakan ATV Quad Bike Tours.

Mereka juga menawarkan tur Pulau Moreton dengan menggunakan kapal pesiar melalui paket Marine Discovery Cruise. Usai mengikuti tur, paling asyik ialah berseluncur dari atas bukit pasir putih yang dikenal dengan sand toboganning.

Bagi mereka pecinta diving atau snorkeling, jangan khawatir, Anda bisa menyelam dan melihat keindahan bawah laut Pulau Moreton. Salah satu spot paling terkenal ialah menyelam di antara bangkai kapal tua.

tangalooma resort, travel, moreton, brisbane, australia

Keseruan aktivitas di Tangalooma Resort tak sampai di situ, Anda juga bisa berinteraksi dengan lumba-lumba botol dengan memberinya makan di pinggir pantai saat senja. Dan satu hal yang tak biasa ialah, Anda bisa melihat lebih dekat kehidupan paus dari atas kapal.

Tangalooma Resort juga menawarkan beragam pilihan akomodasi yang sesuai dengan semua anggaran dan selera, mulai dari kamar hotel, vila hingga apartemen.


sumber

Read More »

5 Tempat Belanja Seru di Australia

australia, belanja, travel, tempat belanja
Australia tidak hanya menjadi negara dengan deretan tempat pariwisata. Namun, negara ini menjadi salah satu destinasi berbelanja.

Sejumlah pusat perbelanjaan ternama pun tak pernah sepi dari wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Tujuan mereka pun beragam, mulai dari sekadar mencari buah tangan untuk dibawa ke negara asal, maupun sengaja mencari barang-barang bermerek, tentunya dengan harga yang lebih ‘miring’.

Kali ini, kami akan mengulas 5 tempat belanja seru di Australia, khususnya yang ada di Queensland dan Sydney:

1. Harbour Town

australia, belanja, travel, tempat belanja

Harbour Town menjadi salah satu pusat perbelanjaan ternama di Queensland. Berbagai barang branded pun tersedia di berbagai outlet, tentunya dengan harga lebih murah. Lokasinya pun tak jauh dari pusat kota Gold Coast.

Jangan heran jika berkunjung ke pusat perbelanjaan ini Anda akan menemukan potongan harga dari barang-barang ternama. Contohnya, sepatu sneaker New Balance yang biasa di Jakarta senilai Rp 800 ribu, di sana Anda bisa mendapatkan  dengan nilai AUD 400 atau berkisar Rp 400 ribuan.


2. Pacific Fair

Lokasi  berikutnya ialah Pacific Fair Shopping Centre, lokasinya masih berada di pusat kota Gold Coast. Anda hanya membutuhkan waktu sekira 15 menit dari Surfer Paradise. Sama dengan Harbour Town, Pacific Fair juga menjadi pusat perbelanjaan ternama di Queensland.

Berbagai barang ternama juga dijajakan di tempat ini, hanya saja harganya sedikit lebih mahal dari Harbour Town.


3. Paddy’s Market

australia, belanja, travel, tempat belanja


Paddy’s Market merupakan salah satu pusat perbelanjaan bersejarah yang terletak di tengah-tengah Kota Sydney. Lokasi belanja ini berdiri sejak 150 tahun lalu, dan menjadi salah satu yang terbesar di kota tersebut.

Berbagai macam barang kebutuhan mulai dari makanan, pakaian, toko souvenir hingga gadget terbaru juga dijajakan di Paddy’s Market. Tercatat, ada sekira 1000 kios yang berdiri di pusat perbelanjaan tersebut.

Anda juga bisa sekadar berwisata kuliner di tempat ini, karena berbagai macam masakan khas dari beberapa negara juga dijual.


4. Queen Victoria Building

australia, belanja, travel, tempat belanja

Pusat perbelanjaan berikutnya ialah Queen Victoria Building (QVB). Lokasi perbelanjaan yang juga bersejarah ini berdiri 180 tahun lalu. Karenanya, jangan heran jika berbelanja di tempat ini, Anda akan masuk ke dalam lorong waktu.

Sejak pertama kali didirikan, QVB dikenal sebagai pusat perbelanjaan barang-barang mewah. Hal itu pun terlihat dari gaya arsitektur bangunan yang begitu megah. QVB menjadi salah satu tempat shopping prestisius di Sydney.

Berbelanja di QVB, Anda bisa membeli beragam kebutuhan rumah tangga, peralatan kantor hingga berlian berharga ratusan juta rupiah.

Di QVB, Anda juga bisa sekadar bersantai sembari minum kopi atau teh sembari menikmati suasana bangunan Eropa kuno.


5. Fish Market

australia, belanja, travel, tempat belanja
Tahukah Anda, bahwa Sydney menjadi salah satu kota dengan hasil laut yang melimpah? Karena itu, mereka pun memiliki salah satu pusat perbelanjaan yang khusus menjual hasil laut, yakni di Sydney Fish Market (SYM).

SYM merupakan pasar ikan terbesar di Sydney yang menjual hasil laut, bahkan mereka juga menjual hasil laut dari berbagai negara. Diketahui, total transaksi penjualan hingga 13.500 ton hasil laut.

Nah, berkunjung ke pasar ikan ini, Anda bisa memilih berbagai macam hasil laut segar. Mulai dari ikan, cumi-cumi, kepiting hingga oyster. Anda juga bisa mengikuti wisata sederhana untuk mengenal hasil laut yang didapat dari pasar tersebut.



Read More »